News

FIBER” Hak Perlindungan Konsumen Masih Terabaikan”

FIBER : Hak Perlindungan Konsumen Masih Terabaikan.

Probolinggo (21/4/2019) – Berkaitan dengan Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada tanggal 20 April, perlu diingatkan kembali bahwa hendaknya konsumen jangan diposisikan sebagai korban produk dan pelayanan.

Sejauh ini, konsumen cenderung diam atas kekurangan produk yang dibeli atau pelayanan yang merugikannya, karena jaminan atas hak-hak konsumen belum berpihak kepada konsumen.

Maka dari itu, perlu didorong dengan gerakan penyadaran untuk penegakan hak-hak konsumen.
Dorongan ini ditujukan kepada konsumen yang belum tahu hak-hak maupun paham akan hak-haknya untuk menegakkan hak-hak konsumen yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pelindungan Konsumen (UUPK).

Hari Konsumen Nasional diperlukan sebagai momentum guna mengingatkan masyarakat konsumen agar sadar akan hak-haknya. 

Adapun sebagai penyebab tidak jalannya peraturan yang ada karena pengawasan dan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang melanggar belum diterapkan.

Menurut pantauan tim media Patrolipos.com, masih seringkali terjadi hak-hak konsumen yang sama sekali diabaikan oleh para pelaku usaha.
Tim media mendapati keluhan masyarakat tentang air minum yang dijual di depot air minum isi ulang di desa Maron Wetan kecamatan Maron kabupaten Probolinggo. Diduga air baku yang berbau tanah tersebut bersumber dari air sumur yang hanya melalui proses filtrasi tanpa penyinaran UV Sterilizer yang berguna untuk membunuh bakteri yang terdapat pada air baku.

Selain itu, ada juga keluhan masyarakat konsumen atau informasi tentang adanya pelaku usaha yang tidak mau mengabaikan hak-hak konsumennya, seperti menjual barang dengan mutu rendah, bahkan rusak, semisal keluhan pengecer gas LPG melon terhadap toko bangunan di Maron Kidul yang menjual gas LPG melon yang mengalami kebocoran hingga isinya di berkurang 50% namun tidak bersedia ditukar meski segel utuh, dan contoh lainnya adalah toko sepeda yang menjual sepeda dengan kondisi rusak (kerangka penyok) namun tidak menerima komplain dengan alasan kerusakan tersebut bukan dari pihaknya melainkan dari suppliernya.
Akibatnya konsumen yang harus menanggung kerugian dan ketidak nyamanan tersebut.

Atas kejadian-kejadian tersebut, Ketua FIBER Jatim, Veronika menanggapi
“Sebenarnya konsumen sudah paham akan haknya sebagai konsumen, tetapi belum sepenuhnya mampu menerapkan dan memperjuangkannya. Akibatnya, konsumen menjadi sangat rentan menjadi korban perbuatan pelaku usaha yang hanya mencari keuntungan semata. Untuk itulah, kami mengajak masyarakat konsumen agar menjadi konsumen yang kritis dan mampu berperan aktif dalam memperjuangkan haknya sebagai konsumen.”, ucapnya. (20/4/2019)

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua LPKNI Probolinggo, Anton mengatakan “Kami, LPKNI siap membantu menjembatani permasalahan yang berkaitan dengan pelanggaran hak-hak perlindungan konsumen. Kalau ada temuan atau keluhan, bisa langsung ke kantor kami yang beralamat di jalan Supriyadi No.17A, kota Probolinggo. Di dalam kekurangan produk yang dibeli dan pelayanan yang diterima, konsumen memiliki hak menggugat, serta mendapatkan kompensasi.”, tegasnya.
(TW)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top