Pemerintahan

KPK Klarifikasi Pernyataan Prabowo

KPK Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal Data Kebocoran Anggaran

Patrolipos – Jakarta, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya selalu diejek oleh para elite karena mengatakan kebocoran anggaran negara mencapai Rp 1.000 triliun.

Namun tiga hari yang lalu, lanjut Prabowo, Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menyebut kebocoran anggaran mencapai Rp 2.000 triliun.

Hal itu ia ungkapkan saat berpidato di kampanye rapat akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu.

Menanggapi itu, Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan mengatakan, pihaknya tak memiliki kajian khusus yang menyebut kebocoran anggaran mencapai Rp 2.000 triliun.

“Enggak, enggak pernah kita mengkaji itu, Litbang (KPK) enggak pernah mengkaji khusus itu,” kata Pahala kepada insan pers, Minggu (7/4/2019).

Menurut Pahala, hal itu merupakan hitungan perkiraan penerimaan negara apabila seluruh wajib pajak di Indonesia patuh.

Selain itu, kata Pahala, Indonesia seharusnya bisa meningkatkan rasio pajak (tax ratio).

“Itu ngitungnya kira-kira begini, nih, kan ada tax ratio, kan itu diambil dari GDP, nah sekarang kan kita sekitar tax ratio kita 10 persenan. Nah itu diandaikan, kalau kita benar-benar orang bayar pajak patuh semua gitu. Itu pun di negara-negara Skandinavia itu tax ratio bisa 30-40 persen dari GDP,” kata dia.

Prediksi Pahala, apabila Indonesia seandainya meningkatkan rasio pajaknya seperti negara-negara kawasan Skandinavia, Indonesia bisa mendapat penerimaan pajak lebih maksimal.

“Karena itu diandaikan kalau kita bisa seperti negara-negara Skandinavia pasti penerimaan pajak kita bisa 3-4 kali lipat lebih tinggi gitu, karena kan penerimaan pajak kita kan sekitar Rp 1.000 triliun, berarti bisa jadi 4 kali lipat. Itu andai-andai aja, hitungan sederhana, kalau kayak Skandinavia, makanya kita harus bisa sampai Rp 4.000 triliun” katanya.

Pahala memandang rasio pajak Indonesia saat ini memang masih cukup rendah. Dari contoh tadi, ia berharap Indonesia bisa meningkatkan rasio pajaknya.

Walaupun demikian, KPK belum memiliki kajian seberapa besar rasio pajak Indonesia harus ditingkatkan.

“Jadi cuma mengandai-andaikan saja, kalau kita sama dengan Skandinavia, kan Amerika (Serikat) aja enggak setinggi Skandinavia gitu ya. Nah saya cuma mau bilang yang 10 persen terlalu rendah gitu maksudnya. Tapi berapa yang benarnya enggak pernah kita assest. Berapa pastinya kita belum tahu,” tutur Pahala.

Kebocoran kebocoran anggaran
Sebelumnya Prabowo turut mengatakan, jika dihitung selama 5 (lima) tahun ke depan, maka kebocoran anggaran mencapai Rp 10.000 triliun.

Menurut perhitungan Prabowo, dengan anggaran sebesar itu, pemerintah dapat membangun ratusan pabrik untuk mensejahterakan rakyat.

“Bisa dibayangkan lima tahun kedepan yang akan hilang Rp 10.000 triliun. Bayangkan beratus – ratus pabrik yang bisa kita bangun,” ungkap ketua umum Gerindra itu.
(JMart)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top